Eros Angkat Bicara Soal Aksi 212 di Lombok, Gerakan Lintas Mazhab dan Lintas Organisasi

  • Whatsapp

PENJURU.ID | Lombok, NTB – Menanggapi aksi 212 warga Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, NTB, menolak penyebaran paham Salafi dan pendirian masjid. Hal ini menjadi sorotan Pendiri Gerakan Lintas Mazhab dan Lintas Organisasi Hajad Guna Roasmadi, Jum’at, (3/12/2021).

Menurut Hajad Guna Roasmadi yang akrab dipanggil Eros, kebebasan dalam menyampaikan pendapat itu boleh. Termasuk menolak kehadiran keyakinan dan paham saudara seiman. Bahkan untuk menolak mendirikan masjid juga bagian dari hak.

Tapi perlu diingat, setiap orang juga berhak menentukan keyakinan dan pemahamannya yang dianutnya sejak ia usia Balita bahkan sejak ia dilahirkan.

“Aksi 212 warga Mamben Daya berhak menyuarakan pendapatnya, begitu juga warga salafi berhak menyebarkan paham yang telah dianutnya,” jelas Eros.

Menurutnya, Hak yang kita miliki 100 persen akan terbagi manakala kita dalam sosial. Sehingga saling menghargai satu dengan lainnya juga menjadi kunci utama dalam kerukunan dalam bermasyarakat.

“Kuncinya saling menghargai saja, kelompok A jangan merasa tersaingi, kelompok B jangan pula mencela kelompok lain,” tutur Eros.

Eros juga menambahkan, bahwa adanya konflik saudara seiman ini justru akan menguntungkan orang-orang yang punya niatan untuk pemecah belah. Sehingga, aksi-aksi demo ini perlu di selesaikan secara adat dengan cara kekeluargaan.

Eros juga menyayangkan apabila, sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan tentunya juga akan membuat kerugian besar untuk masyarakat dan diri kita sendiri, oleh sebab itu segala permasalahan dan mengenai adanya perbedaan pemahaman hendaknya di slesaikan dengan bermusyawarah sehingga menghasilkan suatu keputusan bersama yang bermanfaat. (Red. Fiyan/Eros)

Pos terkait