Diduga Tersengat Aliran Listrik, Karyawan Nikel di Sultra Asal Jeneponto Tewas, Tangis Histeris Orang Tua di Kampung Tak Terbendung

PENJURU. ID | Jeneponto – Baru 14 bulan setelah kejadian maut yang dialami putra sulungnya, kini kembali dialami, Muh Agung putra keduanya meninggal dunia. Tangisan histeris kedua orang tua dan sanak keluarga di Jeneponto tak terbendung.

Tangisan histeris kedua orang tua lantaran jarak yang tidak cukup lama, dua putranya mengakhiri hidupnya dirantau orang, diketahui putra sulungnya meninggal pada Oktober 2021, kini putra keduanya meninggal 28 Desember 2022. Kedua bersaudara merupakan karyawan PT. Tridaya Jaya/JETY Morosi Provinsi Sultra.

Muh. Agung 22 tahun asal Kabupaten Jeneponto meninggal dunia saat sedang beraktivitas menjalankan tugas sebagai mekanik mobil Dam Truk pengangkut batu bara di PT. Tridaya Jaya yang beroperasi di Desa Ulu Lalingbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Salah satu teman rekan kerjanya mengatakan, saat itu Agung (Almarhum) sedang beraktivitas memperbaiki mobil dan ingin membuka baut menggunakan alat listrik (gurinda).

“Kamis 28 sekitar pukul 09.00 wita, korban sedang beraktivitas memperbaiki braket spring mobil, disitu ada baut yang mau di buka, namun tidak bisa dibuka menggunakan kunci-kunci, sehingga korban kemudian mengambil gurinda. ” kata Rekan kerjanya itu

Menurut rekannya, saat itu almarhum sempat jalan mengambil gurinda melewati genangan air kecil, namun belum sempat kembali, Almarhum tiba-tiba berteriak kesakitan dan sempat jatuh tapi bangun dengan sendirinya sambil menjerit kesakitan memegang dadanya.

“Menjerit sakit dan sempat terjatuh tapi bangun sendiri sambil memegang dadanya, namun kami kira hanya bercanda, tapi terlihat pucat hingga kami sembari dan langsung memeluknya, disitu terlihat almarhum dengan mata yang buram, lidah memendek, mulut berbusa dan sudah tidak sadar hingga dilarikan ke puskesmas terdekat. “jelas rekannya

Lebih lanjut kata rekannya itu, Tiba di Puskesmas yang ada disalah satu Kecamatan Lausu ,setiba belum sempat mendapatkan perawatan medis, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setempat.

“Karna korban awalnya dalam keadaan tidak sadarkan diri, mungkin korban saat di perjalanan sudah meninggal dunia lantaran kita tidak tau apa-apa dikiranya hanya pingsan. ” tutur rekannya kepada media ini, Kamis (29/12/2022) pukul 13.44 Wita.

Almarhum dipulangkan ke tanah kelahirannya menggunakan mobil Siaga Desa Tani Indah pada Rabu, 28 star pukul 15.00 wita dan tiba di kampung halaman di Kabupaten Jeneponto pada Kamis 29 Desember 2022 tepatnya di Dusun Bungung Barana, Desa Bontomate’ne, Kecamatan Turatea.

Pewarta: Mail

 

 

Pos terkait