PENJURU.ID l Kabupaten Subang – Berawal dari adanya jual beli barang Ajeran Tarigan (61) harus rela menerima bogem mentah dari pelaku berinisial JRB, bahkan menurut pengakuan Ajeran Tarigan pengancaman ingin membunuhpun dilontarkan oleh JRB.
Pasalnya Ajeran Tarigan korban pemukulan mendapatkan tawaran barang dari JRB, barang tersebut berupa meja dan kursi sebanyak 6 pasang selain itu ada 2 buah wastafel, hasil perbincangan mereka, Ajeran Tarigan pun membeli barang tersebut melalui JRB sebesar 2.400.000, melalui transferan Ajeran Tarigan pun resmi membelinya.
Kemudian Ajeran Tarigan beserta dua temannya mengambil barang yang telah di belinya, dirasa kendaraan pickup tidak cukup untuk membawa semua barangnya, Ajeran Tarigan pun memutuskan dua kali kerja, dihari pertama Ajeran Tarigan beserta kedua temannya membawa separo barang tersebut, kemudian Ajeran Tarigan memutuskan melanjutkan keesokan harinya.
Keesokan harinya Ajeran Tarigan yang berniat ingin mengambil sisa barangnya setiba dilokasi pihaknya terkejut, barang tersebut sudah tidak ada di lokasi, lalu Ajeran Tarigan menghubungi JRB namun tidak pernah ada jawaban, kemudian Ajeran Tarigan memutuskan mendatangi JRB dikediamannya, yang berlokasi di Desa Wanareja Kecamatan Subang.
Ajeran Tarigan bersama dua temannya pun tiba di kediaman JRB, namun lain hal yang diharapkan Ajeran Tarigan, berniat ingin membawa sisa barangnya, Ajeran Tarigan malah mendapatkan ocehan dari JRB yang berujung pertikaian, dampak dari pertikaian tersebut Ajeran Tarigan mengaku pihaknya di pukul oleh JRB bahkan pihaknya melontarkan kata-kata pengancaman yang dimana JRB ingin membunuh Ajeran Tarigan.
” Selain memukul pukul saya, dia (JRB /red) juga menyuruh anaknya mengambil senpi, tidak tahu asli atau palsunya, bahkan dia juga sempat melontarkan ancaman ingin membunuh saya,” ujar Ajeran Tarigan.
Menurut Ajeran Tarigan selepas memukulnya, JRB merampas kunci kendaraan pickup yang di bawanya, lalu ia memecahkan kaca mobil pickup tersebut. Bahkan Ajeran Tarigan sempat di kunci diruang.
Atas kejadian tersebut tak berselang lama Ajeran Tarigan bersama satu temannya mendatangi unit SPKT Polres Subang, guna membuat laporan penganiayaan yang dialaminya. (Yaya /Tatang)





