PENJURU.ID | JENEPONTO – Pemberitaan terkait kondisi bahu jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan di sejumlah titik pada ruas poros Kelara-Rumbia, Kabupaten Jeneponto, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, H. Abdul Rahman, S.E., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel.
Abdul Rahman merespons pemberitaan media mengenai kondisi bahu jalan yang disebut kerap menjadi pemicu kecelakaan di beberapa titik, khususnya setelah pekerjaan pengaspalan dilakukan.
Menanggapi persoalan tersebut, Abdul Rahman menyatakan akan meminta penjelasan terlebih dahulu dari pihak pelaksana pekerjaan.
“Nanti saya panggil dulu rekanannya,” ujar H. Abdul Rahman lewat chatingan via WhatsAppnya kepada PENJURU.ID, Minggu (04/10/2026) sekitar pukul 20.05 Wita.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan kondisi bahu jalan pada ruas tersebut mendapat perhatian dari pihak legislatif, khususnya karena menyangkut keselamatan masyarakat yang melintas.
Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan adanya sejumlah titik dengan kondisi bahu jalan yang memiliki perbedaan ketinggian cukup dalam dengan badan jalan. Kondisi itu dinilai berisiko bagi pengendara, terutama sepeda motor.
Sejumlah titik bahkan disebut telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Keluhan masyarakat tersebut kemudian menjadi sorotan dan disampaikan melalui pemberitaan media ini.
Selain menanggapi kondisi bahu jalan, Abdul Rahman juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama melintas di ruas jalan poros Kelara-Rumbia.
Ia mengingatkan bahwa kondisi jalan saat ini masih dalam proses pengerjaan sehingga pengguna jalan diminta tidak memacu kendaraan dan lebih memperhatikan kondisi sekitar.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara, khususnya yang melewati jalan poros Kelara-Rumbia, karena jalan sementara dalam pengerjaan,” imbaunya.
Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama selama proses pekerjaan berlangsung.
Pengendara juga diharapkan mematuhi rambu maupun tanda-tanda pekerjaan di sepanjang ruas jalan serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.
Respons H. Abdul Rahman ini sekaligus membuka ruang untuk dilakukan komunikasi antara pihak legislatif dan pelaksana pekerjaan guna mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan serta langkah yang diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Masyarakat berharap perhatian tersebut tidak berhenti pada pemanggilan pihak pelaksana, tetapi dilanjutkan dengan pengecekan langsung dan penanganan terhadap titik-titik yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Dengan demikian, pekerjaan infrastruktur yang tengah berlangsung dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan pengguna jalan.
Bahu Jalan Picu Kecelakaan di Poros Kelara-Rumbia, Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel: “Nanti Saya Panggil Rekanannya”




