Bukan Sekadar Pos Jaga, Siskamling Sumbertaman Diuji di Ajang Jogo Jawa Timur 2026

PENJURU.ID | PROBOLINGGO – Aktivitas keamanan berbasis masyarakat di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, mendapat perhatian tim penilai PIN Siskamling Jogo Jawa Timur 2026.

Poskamling RT 1 RW 2 menjadi lokasi yang didatangi tim juri setelah wilayah tersebut ditetapkan sebagai salah satu dari 10 besar peserta lomba tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kunjungan lapangan itu menjadi bagian dari proses penilaian untuk melihat secara langsung kondisi poskamling sekaligus aktivitas masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Masuknya Sumbertaman dalam jajaran nominasi tingkat provinsi tidak lepas dari upaya masyarakat dalam membangun sistem keamanan lingkungan secara bersama-sama. Warga, pemerintah kelurahan dan unsur terkait diharapkan mampu menjaga pola pengamanan swakarsa tetap berjalan secara berkelanjutan.

Salah satu juri PIN Siskamling Jogo Jawa Timur 2026, Waris, mengatakan keberadaan pos Siskamling merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Program dan lomba ini merupakan kegiatan terpadu tingkat Provinsi Jawa Timur yang diinisiasi untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan serta menjaga ketenteraman dan ketertiban umum,” kata Waris.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, program tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah daerah dan aparat.

“Tujuannya mendorong sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah dan aparat dalam menjaga keamanan swakarsa melalui pos Satuan Keamanan Lingkungan atau Siskamling,” ujarnya.

Bagi Kelurahan Sumbertaman, kesempatan tampil dalam penilaian tingkat Jawa Timur menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kepedulian warga terhadap keamanan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Lurah Sumbertaman Achmad Faiz mengatakan keikutsertaan wilayahnya sebagai perwakilan Kota Probolinggo tidak hanya dipandang sebagai ajang perlombaan.

“Keikutsertaan ini bukan semata-mata untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Achmad Faiz.

Ia menyebut persiapan menghadapi penilaian dilakukan dengan melibatkan masyarakat RT 1 RW 2. Semangat gotong royong menjadi modal utama agar seluruh potensi yang ada dapat dipersiapkan dengan baik.

Achmad Faiz berharap masyarakat dapat menunjukkan berbagai praktik pengamanan lingkungan yang selama ini telah dijalankan, sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.

“Harapan kami seluruh unsur masyarakat di lingkungan RT 1 RW 2 dapat bersama-sama mempersiapkan seluruh kebutuhan penilaian dengan semangat gotong royong dan kebersamaan,” katanya.

Ia menambahkan, proses penilaian tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan keamanan lingkungan, terlepas dari hasil akhir kompetisi.

Namun demikian, Sumbertaman tetap membawa target untuk memberikan hasil terbaik bagi Kota Probolinggo.

“Dengan persiapan yang telah dilakukan secara bersama-sama, diharapkan mampu menunjukkan potensi dan praktik keamanan lingkungan yang telah berjalan di tengah masyarakat. Sekaligus mencatatkan nama Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo menjadi yang terbaik dalam penilaian PIN Siskamling Jogo Jawa Timur tahun 2026,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan menyoroti dukungan pemerintah terhadap keberadaan Satlinmas sebagai bagian dari unsur yang membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo memberikan dukungan operasional kepada anggota Linmas sebesar Rp500 ribu setiap bulan. Selain dukungan tersebut, personel Linmas juga telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk kesejahteraan Satlinmas, Pemerintah Kota Probolinggo telah memberikan operasional per bulan Rp500 ribu dan juga ter-cover BPJS Ketenagakerjaan. Alhamdulillah untuk Linmas di Kota Probolinggo ini bisa tersenyum,” tutur Eko.

Rangkaian penilaian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga keamanan lingkungan dapat berjalan secara nyata di tingkat kelurahan.

Bagi Sumbertaman, keberadaan Poskamling RT 1 RW 2 bukan hanya menjadi bagian dari penilaian lomba, tetapi juga diharapkan tetap menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap keamanan lingkungan.

(Prasojo)

Pos terkait