PENJURU. ID | Jeneponto – Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, S.I.K., M.I.K., menyempatkan diri berpamitan langsung kepada para tahanan di Rumah Tahanan Polres Jeneponto. Momen tersebut berlangsung sederhana, namun sarat makna dan emosi.
AKBP Widi hadir dengan sikap tenang dan penuh empati. Ia tidak hanya datang sebagai pimpinan institusi, tetapi sebagai sosok yang ingin meninggalkan pesan kemanusiaan di akhir pengabdiannya.
Di hadapan para tahanan, ia menyampaikan nasihat terakhir dengan suara lirih namun tegas. Pesan itu menjadi pengingat, sekaligus bentuk kepedulian yang tulus.
“Saya besok-besoknya sudah tidak bisa mengingatkan lagi. Hari ini saya ingatkan terakhir. Besok saya sudah pindah,” ucap AKBP Widi Setiawan di hadapan para tahanan.
Ia pun berharap, setiap proses hukum yang dijalani dapat menjadi pelajaran berharga. Bukan untuk disesali, tetapi dijadikan titik balik menuju kehidupan yang lebih baik.

“Pesan saya, setelah masalahnya selesai, tolong jadi orang baik dan jadi kebanggaan anak-anak kita. Kalian saya pamit, dan saya tidak bisa lagi mengecek kalian,” lanjutnya.
Kutipan tersebut membuat suasana ruang tahanan berubah haru. Sejumlah tahanan tampak terdiam, menundukkan kepala, bahkan ada yang berkaca-kaca mendengar pesan perpisahan yang penuh ketulusan itu.
Bagi AKBP Widi Setiawan, perpisahan ini bukan sekadar akhir masa jabatan. Ia menegaskan bahwa tugas kepolisian juga tentang membina, mengingatkan, dan memanusiakan manusia.
Momen ini pun meninggalkan kesan mendalam, menjadi penutup pengabdian yang bermartabat, sekaligus jejak kepemimpinan yang mengedepankan hati nurani dan nilai kemanusiaan.





