PENJURU.ID | Jakarta – Kemunculan grup Warkopi menimbulkan Pro dan Kontra bagi Lembaga Warkop DKI. Pasalnya, dari awal eksisnya, Warkopi dikabarkan tidak pernah meminta perijinan dari pihak Warkop DKI. Alfin yang merupakan salah satu anggota dari Warkopi yang disebut mirip Indro, mengungkapkan, selama ini pihaknya baik-baik saja dengan grup seniornya itu.
“Mungkin selama ini manajemen kami baik-baik saja ke Pakde Indro, berkomunikasi via email gitu,” ungkap Alvin seperti yang pernah disampaikan managernya, Patria di TV.
Beberapa waktu lalu, Indro Warkop sempat menegur grup junior dari Warkop DKI tersebut untuk menghentikan segala bentuk kegiatan komersilnya. Perihal itu, Alvin meminta bertemu dengan seniornya.
Menurut keterangan dari Hanna selaku pengurus lembaga Warkop DKI, pihak dari Warkopi memang pernah meminta perijinan, namun hal itu dilakukan setelah mereka tampil di TV.
“Berdasarkan urutan tanggal, 6 September mereka tampil di OVJ, lalu di Brownis. Mereka kirim email tanggal 10 September. Mereka tampil dulu, baru kirim email,” terang Hanna.
“Lalu setelah kirim email, mereka minta ketemu langsung tatap muka. Kami punya HAKI. Kami tanya tujuan tampil apa? tampil di mana saja? ketemu harapannya apa? Tolong turunkan dulu materi, itu tanggal 13,” tutur Hanna.
Selain dianggap melanggar HAKI, alasan Warkop DKI khususnya Indro meminta Warkopi berhenti ialah, kemunculannya menimbulkan kerugian bagi Lembaga Warkop DKI, tidak hanya itu, kemunculan Warkopi juga membuat nama Falcon Pictures tercoreng.
“Lembaga Warkop DKI tuh kok kayak enggak mikirin kerugian materilnya ya. Maksudnya melihatnya sebagai hilang penghargaan terhadap hal yang kami punya dan tata krama. Jadi secara materil kami enggak fokus ke sana sekarang,” kata Hanna.
“Kalau imaterialnya justru kami dapat nama jelek dari Falcon karena kami sudah kerja sama. Terus tiba-tiba kami kayak enggak bisa menjaga bahwa yang sudah kita jual kayak ada orang lain juga yang jualan lho,” tutupnya.





