PENJURU. ID | Jeneponto – Ribuan pengunjuk rasa gabungan antara Mahasiswa dari sejumlah kampus dan organisasi di Kabupaten Jeneponto melakukan aksi besar-besaran di depan Kantor DPRD Kabupaten Jeneponto, Jumat (09/10/2020)
Aksi Demonstrator, menolak Omnibus Law Cipta Kerja Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sudah disahkan oleh DPR RI beberapa hari lalu, Namun mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa untuk mendesak pemerintah agar mencabut UU Cipta Kerja.
RUU Cipta Kerja merupakan RUU yang diusulkan Pemerintah dan merupakan RUU Prioritas Tahun 2020 dalam Program Legislasi Nasional Tahun 2020 dan sudah disahkan oleh DPR RI.

Hal tersebut telah menuai kontroversi, para Mahasiswa di berbagai daerah di Tanah Air melakukan Aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi menolak Undang-Undang Cipta kerja dan masing-masing meminta kepada DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat) di Daerahnya agar menolak RUU (Rancangan Undang-Undang) Cipta Kerja.
Kali ini, Kantor DPRD Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan di Geruduk ribuan Mahasiswa dari sejumlah kampus dan Organisasi yang ada di Jeneponto, mendesak dan meminta kepada 40 Anggota DPRD Jeneponto agar hadir dan meminta persetujuan secara tertulis penolakan RUU cipta karya.
Dalam orasinya, Ketua HPMT (Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea) Jeneponto, Herdiawan, menyampaikan bahwa RUU Cipta Kerja dinilai sangat merugikan dan hanya berpihak pada keuntungan pengusaha.

“ RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini hanya untuk kepentingan ekonomi, disahkan dengan cara kurang baik dan Menitik beratkan pada kemudahan investasi tanpa memperhatikan hak pekerja banyak di hilangkan,” ujar Herdiawan.
Ia pun menambahkan, Dalam Aksi kali ini ‘ kami meminta Kepada 40 Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto kehadirannya untuk menandatangani penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja itu.” tegasnya.
Dalam aksinya, mahasiswa menggunakan pasilitas sejumlah bendera organisasi dikibarkan dan beberapa lainnya sebagai bentuk persatuan dalam menolak UU Umnibus Law.

Adapun pengunjuk rasa membawa keranda mayat adalah merupakan simbol matinya wakil rakyat di DPR RI.
Dalam Pengamanan aksi unjuk rasa kali ini dikawal ketat oleh pihak Kepolisian, TNI dan Satpol PP, bahkan terlihat Kapolres, AKBP Yudha Kesit Dwijayanto dan Dandim 1425 turun langsung di barisan pengamana pengunjunjuk rasa masing-masing memimpin anggotanya.
(Ismail)





