Respon Cepat Terhadap Bencana Banjir, Mentri Sosial Indonesia Hadir di Bima

PENJURU.ID | Bima – Senin, 5/4/2021. Menteri Sosial RI, Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, MT, tiba di bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, dengan pesawat IW 1836, beserta rombongan tiba di Bandara, sekira Pukul 13.15 siang hari.

Kedatangan Mentri Sosial Indonesia dalam rangka Kunjungan Kerja untuk meninjau korban terdampak bencana alam banjir Bandang di wilayah Kabupaten Bima.

Bacaan Lainnya

Mentri Sosial Indonesia disambut langsung oleh, Kapolda Ntb, Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K, M,H, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, Kapolres Bima, AKBP Gunawan Trihatmoyo, S.I.K, Kapolres Kota Bima, AKBP Haryo Tejo Wicaksono, S.I.K, Bupati Bima, Hj. Indah Dharmayanti Putri, SE, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noor, Kepala BNN Bima, AKBP Nugroho, SH. MH, Ketua DPRD Bima, Sekda Kabupaten Bima, dan Kadis Sosial Kabupaten Bima.

Mentri Sosial Indonesia beserta rombongan menuju desa Naru Kecamatan Woha Kabupaten Bima untuk melihat langsung kondisi masyarakat korban banjir dan memberikan bantuan. Setelah meninjau warga korban banjir di desa Naru Kecamatan Woha, Mentri Sosial Indonesi menuju desa Rato Kecamatan Bolo untuk menyerahkan bantuan pada warga korban banjir.

“Menteri Sosial Indonesia memberikan bantuan pada korban banjir sebesar Rp. 1.114.702.685”.

Untuk meringankan beban para korban bencana di NTB, Kementrian Sosial Indonesi telah menyalurkan bantuan berupa logistik makanan, perlengkapan keluarga, peralatan evakuasi, perlengkapan kebutuhan pengungsian (telur ayam, air mineral, pembalut wanita), serta peralatan sandang lainnya.

“Kementrian Sosial Indonesia menyatakan bahwa kehadirannya sebagai respon cepat terhadap bencana di NTT dan NTB sebagaimana instruksi Presiden Indonesia”.

Sebagaimana arahan Bapak Presiden, saya hadir untuk memastikan ketersediaan logistik, dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Memastikan bahwa mereka semua mendapat makanan,” Tuturnya di Posko Pengungsi, Desa Naru, Kecamatan Woha.

“Menanggapi terjadi banjir badang, Mentri Sosial Indonesia mengatakan bahwa akibat dari kerusakan hutan. Oleh karena itu daerah harus memiliki inisiatif untuk menanggulanginya”.

“Hutan harus dijaga dan masyarakat tidak lagi merusak hutan. Masyarakat tidak boleh menebang pohon. Kita harus menjaga hutan dengan melindunginya.

Kunjungan Kerja Menteri Sosial Indonesia berakhir di Dusun Kampung Sigi Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. (*)

Pos terkait