PENJURU.ID | Probolinggo – Pengeprasan Tebing curam di wilayah lereng Bromo tepatnya di dusun jurang prahu desa Wonokerto, kecamatan Sukapura, kabupaten Probolinggo, bisa berdampak signifikan terhadap lingkungan sekitar.
Dampak utama meliputi peningkatan resiko longsor, erosi tanah, serta perubahan bentang alam dan ekosistem.

hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 81.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;
Mengingat daerah wisata jalur utama sukapura memang rentan terjadi longsoran.
Sepanjang ini pemerintah Desa Wonokerto juga sudah pernah berkomunikasi berkoordinasi agar segala kegiatan di wilayah bisa dijalankan sesuai prosedur termasuk ijin maupun lainnya.
” Saya sudah pernah mendatangi dan telah menyarankan kepada pihak pemilik lahan sebelum melakukan kegiatan agar mengurus ijin sesuai prosedur yang ada, memang untuk saat ini hanya melakukan pembukaan jalan, yang nantinya mau dibuat area villa atau wisata, ” Terang kepala desa Wonokerto Heri Dwi Hartarto Rabu (06/08/2025)
Mengingat pentingnya demi keselamatan masyarakat sekitar tentunya hal atau dampak lingkungan perlu di kaji ulang.
“Dalam hal ini kegiatan pengeprasan Tebing di desa Wonokerto, belum ada pemberitahuan kepada pemerintah kecamatan Sukapura, sebagai pemangku wilayah, ” Pungkas Kasi trantib Mansur.
(Prasojo)





