Kelorisasi Serentak Warnai Kerja Bakti Warga Mangunharjo, Dorong Lingkungan Hijau dan Hidup Sehat

PENJURU.ID | Probolinggo – Semangat menjaga lingkungan sekaligus mendorong pola hidup sehat diwujudkan Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, melalui kegiatan kerja bakti dan penanaman bibit kelor atau kelorisasi secara serentak, Minggu (27/09/2026) pagi.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun lingkungan yang bersih, hijau, sekaligus memiliki nilai manfaat bagi kesehatan dan ketahanan pangan keluarga.

Sejumlah elemen masyarakat turut ambil bagian, mulai dari Ketua RT dan RW, kader PKK dan Posyandu, Karang Taruna, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Mangunharjo, Kelompok Masyarakat (Pokmas), hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan di wilayah masing-masing. Warga bersama-sama melakukan pembersihan di sejumlah titik lingkungan, sehingga suasana kawasan permukiman menjadi lebih tertata dan nyaman.

Usai kerja bakti, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit kelor di sejumlah lokasi yang telah disiapkan. Penanaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur pemerintahan kelurahan dan masyarakat.

Lurah Mangunharjo, Ikromi Wida Utama, mengatakan kegiatan kelorisasi tidak hanya dimaknai sebagai gerakan menanam pohon, tetapi juga sebagai upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan kesehatan.

Menurutnya, tanaman kelor memiliki banyak manfaat sehingga keberadaannya di lingkungan masyarakat diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga. Karena itu, gerakan menanam kelor perlu diikuti dengan kepedulian untuk merawat dan menjaga tanaman tersebut agar dapat tumbuh serta dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ikrom menambahkan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan di tingkat kelurahan. Kerja bakti dan kelorisasi diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun semangat kebersamaan. Bukan hanya menanam, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama merawat lingkungan dan memanfaatkan tanaman kelor untuk mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sehat,” ujar Ikrom, usai melakukan pendampingan di RW 16.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Ketua RT dan RW, kader PKK dan Posyandu, Karang Taruna, FPRB, Pokmas, LPM, serta seluruh warga yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Ikrom, kolaborasi antarelemen masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan di wilayah Kelurahan Mangunharjo. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, program lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dapat terus dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, Ketua RW 16, Muji Slamet, menyambut positif pelaksanaan kerja bakti dan kelorisasi yang dilakukan secara serentak tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Slamet mengatakan, penanaman kelor memiliki manfaat jangka panjang apabila dilakukan dengan perawatan yang baik. Selain dapat memperindah lingkungan, tanaman kelor juga dikenal memiliki manfaat yang dapat menunjang kebutuhan pangan dan kesehatan keluarga.

“Yang paling penting adalah kebersamaan warga. Hari ini kita menanam bersama, membersihkan lingkungan bersama, dan ke depan tentu harus bersama-sama pula merawatnya. Harapannya tanaman kelor ini bisa tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Slamet.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi kebiasaan positif di lingkungan RW 16 maupun wilayah Kelurahan Mangunharjo secara keseluruhan.

Menurutnya, keberhasilan gerakan penghijauan dan kelorisasi tidak hanya ditentukan dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga dari kepedulian masyarakat dalam menjaga tanaman setelah ditanam.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi dan gotong royong antarunsur masyarakat. Warga dari berbagai kelompok dapat berpartisipasi secara langsung dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan nyaman.

Melalui gerakan kelorisasi, Kelurahan Mangunharjo juga mendorong pemanfaatan ruang lingkungan untuk tanaman yang memiliki nilai guna. Penanaman diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan lokasi serta perawatan tanaman.

Selain aspek lingkungan, keberadaan tanaman kelor di sekitar permukiman diharapkan dapat menjadi bagian dari edukasi masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman pangan yang mudah dibudidayakan.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program. Sinergi antara pemerintah kelurahan dan seluruh unsur masyarakat diharapkan terus terpelihara dalam berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya.

Kerja bakti dan kelorisasi juga menjadi gambaran bahwa upaya menciptakan lingkungan sehat dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, RT, dan RW, dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Dengan adanya gerakan penanaman bibit kelor secara serentak, Kelurahan Mangunharjo berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Kegiatan pun ditutup dengan semangat bersama untuk menjadikan penanaman kelor sebagai langkah sederhana yang memiliki manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan kehidupan warga.

Bersama menanam kelor, Bersama menjaga masa depan yang lebih baik. Kelor untuk hidup lebih sehat.

Pos terkait