Jagung NK Pendekar Sakti di Kareng Lor Diproyeksikan Panen Jelang Akhir Tahun

PENJURU.ID | PROBOLINGGO – Lahan pertanian di Jalan Barito, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, mulai dipersiapkan menuju masa panen. Tanaman jagung varietas NK Pendekar Sakti yang tumbuh di lahan seluas 3.500 meter persegi itu diperkirakan siap dipanen pada penghujung Desember 2026.

Perkembangan tanaman menjadi perhatian petani bersama aparat kepolisian yang melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Selasa (22/9/2026).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kareng Lor Aipda Taufik Hidayat dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Wetan Aipda M. Malik Alawi berada di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.

Lahan tersebut diketahui milik Iskhar dan tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri. Budidaya jagung di lahan itu baru dimulai pada 10 September 2026.

Meski masih dalam tahap pertumbuhan, pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi tanaman sekaligus mengetahui bagaimana proses perawatan yang dilakukan petani.

Dari hasil pengecekan, masa panen diperkirakan berlangsung antara 22 hingga 31 Desember 2026.

Petugas juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan petani. Pembicaraan dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus menggali kemungkinan kendala yang muncul selama proses budidaya.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara kepolisian menjaga komunikasi dengan masyarakat yang menjalankan aktivitas pertanian.

Kapolsubsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Tjahjono mengatakan, keberadaan anggota di lahan pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan perhatian dan pendampingan agar kegiatan budidaya dapat berjalan dengan baik sampai masa panen.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk melalui pendampingan kepada para petani. Kami berharap lahan pertanian dapat dikelola dengan baik sehingga hasil panennya optimal dan ikut mendukung ketahanan pangan,” kata Hari.

Selain berbicara mengenai perkembangan tanaman, kepolisian turut mengingatkan pentingnya menciptakan situasi aman di sekitar lahan pertanian.

Petani dan warga diminta ikut menjaga keamanan lingkungan sehingga aktivitas bercocok tanam dapat berlangsung dengan nyaman.

Kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas juga menjadi perhatian. Masyarakat diharapkan segera berkomunikasi dengan petugas apabila menemukan situasi yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan.

Menurut Hari, hubungan komunikasi yang terjalin antara petani, masyarakat dan kepolisian juga penting untuk mempercepat penanganan apabila terdapat persoalan di lapangan.

Ia mengajak para petani tidak menyimpan sendiri kendala yang dihadapi selama menjalankan aktivitas pertanian.

“Jika ada kendala maupun masukan terkait pertanian, silakan disampaikan sehingga bisa dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan terkait keamanan lingkungan. Kepolisian berharap masyarakat turut mengambil peran dalam menjaga ketertiban di wilayah masing-masing.

“Selain mendukung ketahanan pangan, kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika ada gangguan kamtibmas, segera sampaikan kepada Bhabinkamtibmas agar bisa ditindaklanjuti,” kata Hari.

Lahan jagung di Kareng Lor kini masih memiliki waktu beberapa bulan sebelum memasuki perkiraan masa panen.

Pemantauan dan komunikasi antara petani dengan aparat diharapkan dapat terus berjalan sehingga perkembangan tanaman dapat terpantau hingga masa panen tiba.

Jika hasil budidaya sesuai harapan, lahan seluas 3.500 meter persegi tersebut akan memasuki fase panen pada 22-31 Desember 2026 sekaligus menjadi bagian dari aktivitas pertanian yang mendukung ketersediaan pangan di wilayah Kota Probolinggo.

(Prasojo)

Pos terkait