H. Endin Oktaviani Pimpin Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia Provinsi Banten, Ini Pesan Wakil Gubernur Banten : Pentingnya Menjaga Warisan Pencak Silat Tradisional

SERANG. Upaya memperkuat pelestarian seni bela diri tradisional di Provinsi Banten memasuki babak baru. Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Provinsi Banten resmi menggelar pelantikan kepengurusan, Minggu (8/11/2026), di Hotel Horison Ratu Serang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempertemukan berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, budayawan, pendekar, serta pimpinan perguruan silat untuk memperkuat komitmen menjaga keberlangsungan pencak silat tradisional sebagai warisan budaya bangsa.

Sejumlah tokoh penting turut menghadiri agenda tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusuma, perwakilan Polda Banten Dirbinmas Kombes Pol Iman Turmudi, tokoh Banten KH Embay Mulya Syarif dan KH Fathul Adzhim, serta Ketua Umum KPSTI Mahfudz Abdurahman, anggota DPRD Provinsi Banten H. Gembong, Wakil Bupati Serang Najib Hamas, tokoh persilatan internasional Cecep Rahman, Jaro Pemerintahan Suku Baduy Jaro Oom, serta pewaris Golok Ciomas Abah Dulhari.

Dari unsur pemerintah, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Banten, Kementerian Kebudayaan,l. Selain itu, sejumlah ketua perguruan pencak silat dan tokoh persilatan dari berbagai daerah di Banten turut hadir memberikan dukungan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusuma menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan KPSTI dan langkah organisasi dalam mempertahankan tradisi pencak silat.

Menurutnya, pencak silat bukan hanya seni bela diri, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa yang di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kearifan lokal yang harus diwariskan kepada generasi penerus.

“Pemerintah Provinsi Banten sangat mengapresiasi pelantikan pengurus KPSTI Banten ini. Pencak silat tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang harus kita jaga bersama,” ujar Dimyati.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan zaman tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan tradisi dan nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.

“Jangan sampai tradisi dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam pencak silat hilang ditelan perkembangan zaman. Kami berharap KPSTI Banten dapat terus melakukan pembinaan kepada generasi muda agar pencak silat tradisional tetap lestari dan dikenal hingga generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPSTI Provinsi Banten, H. Endin Oktaviani, menyampaikan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pengukuhan struktur organisasi, tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberadaan pencak silat tradisional di Banten.

Ia menegaskan, kepengurusan yang baru akan berupaya membangun komunikasi dan mempererat hubungan ant perguruan, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mempelajari seni bela diri tradisional.

“Melalui pelantikan ini, saya berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan pencak silat tradisional di Provinsi Banten. Ke depan, saya juga ingin memperkuat silaturahmi ant perguruan serta mengajak generasi muda untuk mencintai dan mempelajari pencak silat sebagai warisan leluhur,” ungkap Endin.

Di sisi lain, Sekretaris Umum KPSTI Banten, Nasrullah, menyampaikan harapannya agar seluruh jajaran pengurus dapat membangun kerja sama yang solid dalam menjalankan program organisasi.

Menurutnya, pelestarian pencak silat tradisional membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pengurus KPSTI, tetapi juga seluruh perguruan, para pendekar, pemerintah, dan masyarakat.

Ia berharap kepengurusan yang telah dilantik mampu menyatukan langkah dan memperkuat sinergi dalam menjaga eksistensi silat tradisi agar tetap berkembang serta tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran KPSTI Banten sebagai wadah pemersatu berbagai perguruan pencak silat tradisional. Dengan kolaborasi lintas organisasi dan dukungan pemerintah, warisan budaya persilatan Banten diharapkan terus terpelihara sekaligus semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Pos terkait