PENJURU.ID | Probolinggo – Ada pesan khusus yang dibawa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo dalam gelaran Mango Carnival of Indonesia, Kamis (29/10/2026) siang. Tidak hanya ikut menyemarakkan agenda Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, BPBD juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan pentingnya kesiapsiagaan melalui tema “Mangga Tangguh, Kota Probolinggo Siaga”.
Sebanyak 15 pegawai BPBD Kota Probolinggo ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka tampil membawa identitas instansi dengan konsep yang memadukan kekhasan daerah dengan pesan keselamatan masyarakat, menjadikan partisipasi BPBD tidak sekadar pelengkap dalam perayaan.
Salah satu daya tarik rombongan itu adalah sebuah mobil BPBD yang dihiasi gunungan mangga. Buah yang menjadi bagian dari identitas Kota Probolinggo tersebut dihadirkan sebagai ornamen utama untuk memperkuat karakter lokal dalam penampilan karnaval.
Rombongan itu juga diperkuat dengan kehadiran mobil ambulans SiGas yang mengikuti kendaraan berhias mangga. Perpaduan kedua kendaraan tersebut memperlihatkan sisi berbeda dari BPBD, yakni sebagai institusi yang berkaitan dengan kesiapan menghadapi keadaan darurat dan perlindungan masyarakat.
Keterlibatan BPBD dalam kegiatan yang diinisiasi Pemkot Probolinggo ini membawa pesan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu mendapat tempat dalam berbagai aktivitas masyarakat. Edukasi mengenai kebencanaan dapat disampaikan melalui beragam cara, termasuk lewat kegiatan publik yang menggabungkan unsur budaya, kreativitas, dan promosi daerah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, mengatakan partisipasi jajarannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan kebencanaan dengan pendekatan yang lebih komunikatif. Ia menilai, membangun kesadaran masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui forum sosialisasi formal, tetapi juga dapat memanfaatkan kegiatan yang menarik perhatian publik.
“Melalui tema ‘Mangga Tangguh, Kota Probolinggo Siaga’, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya bangga terhadap potensi daerah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan bersama. Kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini agar masyarakat lebih memahami risiko dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat,” ujar Boedi Harjanto.
Menurutnya, kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi dampak bencana. Pengetahuan mengenai potensi ancaman, langkah penyelamatan, dan tindakan yang tepat ketika terjadi kondisi darurat perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya bergantung pada respons petugas.
Pesan tersebut menjadi relevan karena penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kesiapan personel dan sarana operasional harus didukung oleh masyarakat yang memiliki pemahaman mengenai risiko di lingkungan masing-masing.
Boedi juga menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana secara berkelanjutan. Menurutnya, kepedulian terhadap keselamatan perlu diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengenali kondisi lingkungan, memahami prosedur evakuasi, serta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi saat terjadi keadaan darurat.
Dalam karnaval ini, gunungan mangga menjadi elemen visual yang menghubungkan pesan tersebut dengan karakter Kota Probolinggo. Sementara itu, kehadiran ambulans SiGas melengkapi penampilan rombongan dengan memperkenalkan salah satu sarana yang berkaitan dengan pelayanan kedaruratan.
Bagi BPBD, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mendekatkan institusi kepada masyarakat. Pengenalan terhadap peran BPBD diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya upaya pencegahan, kesiapsiagaan, serta koordinasi dalam menghadapi potensi bencana.
Partisipasi tersebut juga mencerminkan dukungan BPBD terhadap upaya Pemkot Probolinggo dalam mengangkat potensi lokal melalui Mango Carnival of Indonesia. Kehadiran unsur pelayanan kebencanaan di tengah perayaan menunjukkan bahwa agenda promosi daerah dapat berjalan beriringan dengan penyampaian informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebanyak 15 pegawai yang terlibat dalam rombongan menjadi bagian dari representasi BPBD di ruang publik. Melalui penampilan yang menggabungkan gunungan mangga dan ambulans SiGas, mereka membawa pesan bahwa kesiapan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran serta kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Keikutsertaan BPBD Kota Probolinggo dalam kegiatan ini diharapkan turut memperluas jangkauan edukasi kebencanaan. Pesan yang disampaikan melalui tema karnaval diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tidak boleh hanya muncul saat bencana terjadi, melainkan perlu dipersiapkan melalui pengetahuan dan tindakan antisipatif.
Melalui semangat “Mangga Tangguh, Kota Probolinggo Siaga”, BPBD Kota Probolinggo ingin menegaskan bahwa ketangguhan daerah tidak hanya tercermin dari potensi unggulannya, tetapi juga dari kesiapan masyarakat dalam menghadapi risiko. Sinergi pemerintah, petugas, dan warga menjadi unsur penting untuk memperkuat upaya perlindungan serta mewujudkan lingkungan yang lebih aman.
(Septyan)





