Dandim 0820/Probolinggo Hadiri Landing Dan Take Off Pesawat Tempur TNI AU

PENJURU.ID | Probolinggo – Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama sejumlah pihak hadir secara langsung dalam kegiatan uji coba landasan pacu darurat Landing/Take Off Pesawat Tempur TNI AU Di ruas Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo, Jumat (23/10).

Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan, kegiatan uji coba landasan pacu darurat pesawat tempur F-16 dan Super Tucano di ruas Tol Pasuruan–Probolinggo merupakan bagian dari upaya menguji kesiapan infrastruktur jalan tol.

“Serta untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan militer dalam kondisi darurat/prediksi ancaman maupun situasi tertentu yang memerlukan alternatif landasan pacu,” kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.

Dandim menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan uji coba landasan pacu darurat pesawat tempur TNI AU, menggunakan 4 unit pesawat terdiri dari 2 unit Super Tucano dan 2 unit F-16. Kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan operasional TNI AU

Sekaligus mengevaluasi aspek teknis penerbangan, keselamatan dan kelayakan infrastruktur jalan tol sebagai landasan pacu darurat. ” Hasil kegiatan dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan prosedur penggunaan jalan tol sebagai landasan pacu darurat pesawat TNI AU,” ujarnya.

Sementara Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkapkan pengujian ini penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung jika pangkalan udara utama tidak dapat beroperasi.

“Bagi Angkatan Udara pengujian ini menjadi bagian dari upaya penyiapan alternatif dukungan operasi penerbangan dalam kondisi tertentu, misalnya saat kita sudah tidak bisa menggunakan lagi pangkalan udara atau bandara untuk kepentingan operasi,” ungkapnya.

Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan, kegiatan di Probolinggo ini merupakan uji coba kedua yang dilakukan TNI AU. Uji coba pertama sebelumnya dilaksanakan di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar, Lampung pada bulan Februari lalu.

Keberhasilan simulasi ini merupakan hasil koordinasi antarinstansi, meliputi Kementerian Pertahanan, Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, pengelola jalan tol, pengatur lalu lintas udara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.

Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan pesawat bersifat terbatas dan situasional. Fungsi utama jalan tol tetap diprioritaskan sebagai sarana transportasi publik.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas gangguan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas selama tahap persiapan hingga pelaksanaan uji coba,” terangnya.

(Prasojo)

Pos terkait