Bupati Haris Dampingi Menko PMK dan Kepala BNPB Tinjau Karhutla di Kawasan TNBTS

PENJURU.ID | Probolingo – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Selasa (11/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan penanganan karhutla sekaligus memastikan upaya pemadaman terhadap titik api yang masih menyala terus dilakukan secara maksimal.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK Pratikno dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto turut didampingi Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris serta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono.

Sebelum menuju lokasi kebakaran, rombongan mendapatkan pemaparan dari Korem 083/Bhaladika Jaya mengenai perkembangan terkini penanganan karhutla Bromo. Berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat dua titik api yang menjadi perhatian petugas.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyambut Menko PMK Pratikno dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Foto : Kominfo)

Dua titik tersebut berada di kawasan P30 Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo serta wilayah Dingklik Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Kondisi medan yang berupa tebing dan sulit dijangkau membuat pemadaman secara manual menghadapi kendala.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan penanganan di kedua lokasi tersebut terus dilakukan dengan mengandalkan operasi water bombing. Tiga unit helikopter dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat.

“Dua titik api masih dilakukan pemadaman, yaitu di P30 Kecamatan Sumber dan Dingklik Kecamatan Tosari. Karena lokasinya berada di tebing yang sulit dijangkau secara manual, kita menggunakan metode water bombing dengan mengerahkan tiga helikopter,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah menargetkan dua titik api tersebut dapat dituntaskan secepatnya. Hal itu penting karena sejumlah helikopter yang digunakan dalam operasi pemadaman akan dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran di lokasi lain.

Menko PMK Pratikno menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan kepada Korem 083/Bhaladika Jaya dan BPBD Jawa Timur. (Foto : Kominfo)

Suharyanto mengungkapkan, total luas kawasan yang terdampak karhutla Bromo hingga Selasa (11/8/2026) mencapai sekitar 889 hektare. “Area terbakar tersebut tersebar di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang dan Pasuruan,” tegasnya.

Menko PMK Pratikno menegaskan, pemerintah saat ini memprioritaskan percepatan pemadaman terhadap dua titik api yang masih aktif. Namun, penanganan tidak boleh berhenti pada pemadaman karena potensi munculnya titik api baru juga harus diantisipasi.

“Fokus kita adalah melakukan pemadaman di dua titik yang masih menyala secepat-cepatnya. Dukungan pemerintah sangat penting, di samping peran masyarakat dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersamaan untuk mengurangi risiko kebakaran kembali meluas. Salah satu langkah yang dapat ditempuh apabila terdapat potensi awan hujan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris melihat dari dekat kondisi karhutla Bromo. (Foto : Kominfo)

Operasi tersebut dilakukan BNPB dengan berkoordinasi bersama BMKG. Diharapkan upaya tersebut dapat membantu membasahi wilayah terdampak sehingga proses pemadaman lebih efektif sekaligus mencegah api berkembang ke kawasan lain.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK juga menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan berupa baju tahan api dan sepatu bot kepada Korem 083/Bhaladika Jaya dan BPBD Jawa Timur. Bantuan tersebut akan digunakan oleh personel yang berada di garis depan penanganan karhutla Bromo.

Sementara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam penanganan kebakaran di kawasan Bromo. “Karhutla Bromo merupakan persoalan yang berpotensi berulang sehingga membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya memperkuat mitigasi dan langkah pencegahan agar risiko karhutla dapat ditekan pada masa mendatang. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo. Kebakaran ini merupakan persoalan yang berulang sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mendampingi Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan sejumlah pejabat di lokasi karhutla Bromo. (Foto : Kominfo)

Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan akan terus mendukung koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla sekaligus mendorong penguatan mitigasi untuk menjaga kawasan Bromo dan masyarakat di sekitarnya.

(Prasojo)

Pos terkait