“Bubarkan DPRD”, 1000 Massa Gelar Aksi di Gedung DPRD Jeneponto

PENJURU.ID | Jeneponto – Ribuan gabungan massa yang tergabung dalam berbagai organisasi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Jeneponto, Senin (1/9/2025). Aksi dimulai pukul 17.31 WITA hingga dini malam dengan pengawalan ketat aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP.

Suasana sempat memanas setelah beredar kabar bahwa sejumlah anggota dewan menghadirkan masing-masing sekitar 20 orang untuk berjaga di dalam gedung. Massa yang membawa bendera organisasi dan spanduk bertuliskan “Bubarkan DPRD#POLRI” pun menyuarakan tuntutan agar wakil rakyat segera menyelesaikan persoalan daerah.

Dalam orasinya, Alim Bahri, salah satu koordinator aksi, menyoroti berbagai isu krusial. Ia menuding adanya penyimpangan dalam pengelolaan PDAM, kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta pemihak-ketigaan parkir RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto. Menurutnya, masalah tersebut tidak lepas dari peran pemerintah daerah dan DPRD.

“Kenaikan PBB-P2 bukan perintah presiden. PBB-P2 adalah kewenangan pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah,” tegas Alim Bahri.

Ia menilai kebijakan tersebut merupakan keputusan politik bersama antara Bupati dan DPRD Jeneponto, bahkan dicurigai untuk memperkuat tunjangan serta operasional kedua lembaga tersebut.

Di tengah aksi, Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Jeneponto mendatangi massa. Mereka menerima aspirasi dan meminta sejumlah tuntutan untuk dibahas bersama. Namun, pimpinan aksi menegaskan agar DPRD segera menggelar rapat istimewa terbuka malam ini di ruang paripurna dengan menghadirkan seluruh 40 anggota dewan.

Pantauan di lokasi, setelah salat Maghrib massa sempat mendobrak pintu gerbang gedung DPRD karena merasa belum mendapat tanggapan. Situasi berhasil diredam aparat setelah adanya komunikasi antara demonstran dan anggota dewan.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan mahasiswa masih bertahan di halaman Gedung DPRD Jeneponto sembari melanjutkan orasi dan menyuarakan tuntutan mereka.

Pos terkait