Abah Aang Supena Lestarikan Adat Sunda Selaras Dengan Agama

PENJURU.ID | KUNINGAN – Abah Aang Supena (81)mantan Penilik kebudayaan di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan yang pensiun pada tahun 2000. Berawal dari seorang guru SD Cibereum tahun 1959 dua tahun kemudian mutasi ke SD Cibingbin lalu pada tahun 1977 diangkat menjadi kepala sekolah SDN Cisaat hingga tahun 1982 dan berakhir pada tahun 1993 lalu diangkat menjadi Penilik Kebudayaan hingga tahun 2000 di kecamatan Cibingbin.

Abah Aang Supena merupakan salah satu tokoh adat Sunda di desa Dukuh Badag Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan yang masih menjalankan aktivitas secara normal walaupun sudah lansia, masih melakukan aktivitas berkebun dan juga sebagai tokoh adat sunda yang melayani umat dilingkungannya.

Abah Aang mengisahkan tentang kegiatan Adat Sunda yang masih kental dilingkungan setempat. Beliau menulis kisah yang dituangkan dalam Buku PEPERENIAN NGAJI DIRI MILARI HAKEKATNA HIRUP yang dicetak pada Agustus 2014.

“Sebab jarang orang tua yang langsung menurunkan ilmu pengetahuannya kepada anak cucunya sebagai generasi penerus yang akan melestarikan budaya adat Sunda.” kata Abah Aaang saat di konfirmasi penjuru.id, Jumat, (25/6) di kediamannya.

” Buku hasil karya cipta saya sengaja tidak saya sebar luaskan karena memang hanya untuk kalangan keluarga yang mana agar keluarga besar saya mempunyai dasar hidup sesuai adat budaya Sunda.” imbuhnya.

“Agama dan adat, tradisi,budaya sebenarnya tidak bertentangan, jika kita bisa menggali dan menyelaraskan pada lingkungan setempat.” jelasnya.

“Antara Agama dan Adat harus bisa seimbang sehingga dapat berjalan sesuai aturan yang ada dan tidak bertentangan dengan hukum positif, sebab kalau baik menurut adat tentunya baik juga menurut agama.” tegasnya.

“Diperlukan peranan tokoh adat agar bisa menjelaskan pada masyarakat setempat supaya tidak terjadi pertentangan antara agama dan adat, tradisi, budaya setempat”.paparnya.

“Sebab pada hakekatnya hak dan kewajiban manusia itu sama dalam hidup dimata Tuhan Yang Maha Esa.” pungkasnya. (Adi Penjuru)

Pos terkait