PENJURU.ID | TAWANGMANGU – Jaman sekarang ini manusia sudah banyak yang melupakan adat, budaya, tradisi daerah yang ditinggalkan para leluhurnya yang menganjurkan budi pekerti luhur.
Mereka mau menikmati hasil yang nenek moyangnya tinggalkan tapi lupa dengan ajaran leluhurnya. Ojo lali asal usul adalah dasar pemikiran, kenapa saya memilih slumpring sebagai media lukis bakar yang pertama kali ada di dunia.
“Sebenarnya slumpring adalah pelindung utama pohon bambu ketika masih muda dan rentan, tapi ketika bambu itu sudah matang atau tua maka slumpring tanpa disuruh akan melepaskan diri dari bambu.” kata Seniman Slumpring Tawangmangu saat di konfirmasi penjuru.id Kamis,(15/7) melalui sambungan telepon.
“Manusia mengagumi bambu, menggunakan bambu sebagai media bahan baku dalam banyak hal untuk berbagai kebutuhan karena bambu yang kuat tapi mereka lupa kepada si pelindung bambu yang sebenarnya.” tegasnya.
Slumpring mereka anggap sampah tanpa melihat perjuangan slumpring oleh sebab itu Slumpring Tawangmangu menggunakannya sebagai media lukis bakar dalam karya ciptanya.
Karya- karya yang diciptakan dengan mengunakan cipta, rasa, karsa kuasa dilakukan menggunakan hati hingga mendapatkan apresiasi dari para konsumen yang memesannya.
Salah satu tokoh pemuda yang dilukis adalah Ketua Umum Korps Indonesia Muda Bro Hika yang sudah di serahkan oleh Owner Gallery Art Sabda Daya Nusantara Tawangmangu di Jakarta. Selain itu salah satu menantu Presiden Soekarno Iryani Levana Toufan Soekarno Putra juga mengapresiasi Dengan memesan lukisan media Slumpring.
Ida Pedandha Griya Anyar Sibangkaja – Badung -Bali juga mengapresiasi karya Slumpring Tawangmangu. ” Ini suatu karya fenomena dan baru pertama kali menggunakan suatu hal yang dianggap sampah, mengambil bahan dasar media lukis tanpa merusak alam.” kata Ida Pedandha Griya Sibangkaja saat di konfirmasi penjuru.id Kamis malam (15/7) melalui sambungan telepon.
“Kami akan segera louncing Gallery Art Sabda Daya Nusantara di daerah Tawangmangu sebagai wadah hasil kerajinan UMKM para pengrajin kesenian tak hanya Slumring dengan konsep home sweat home usai PSBB Jawa Bali selesai.” ujarnya.
” Saya akan fokus pada produksi pembuatan lukisan bakar dengan media Slumpring maupun media lainnya yang akan kami persiapkan untuk salah satu oleh- oleh khas Tawangmangu yang akan memberikan kesan pada para wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Tawangmangu.” jelasnya.
” Bagi para konsumen yang ingin memiliki lukisan siluet seni lukis bakar media slumpring dapat memesannya ke bagian Sales dan marketing Gallery Art Sabda Daya Nusantara via telp/wa 0878 5991 4554 – 0821 3954 1700.” pungkasnya.





