PENJURU.ID | Probolinggo – Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat terus dibangun untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional. Kali ini, jajaran Polsek Sumberasih, Polres Probolinggo Kota, memberikan perhatian terhadap pengembangan komoditas jagung melalui pemantauan lahan pertanian milik warga di Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Jumat (6/11/2026).
Bukan sekadar kunjungan kewilayahan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan produktif. Area pertanian seluas 10 hektare yang menjadi sasaran pemantauan diketahui tengah mengembangkan tanaman jagung dengan target produksi pada akhir tahun ini.
Pengecekan dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB di lahan milik Sikat. Anggota Unit Binmas Polsek Sumberasih, Aiptu Johnny Nofry, turun langsung bersama pemilik lahan dan Ketua Kelompok Tani (Poktan) setempat, Sobirin.
Ketiganya melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman sekaligus membicarakan perkembangan budidaya yang telah berjalan. Dalam kesempatan itu, petugas juga menghimpun informasi terbaru mengenai kondisi lahan sebagai bagian dari pembaruan data program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sumberasih.
Berdasarkan informasi dari pemilik lahan, penanaman jagung telah dimulai sejak 8 September 2026. Artinya, tanaman tersebut telah melewati tahapan awal budidaya dan kini terus dipantau perkembangannya hingga mencapai usia panen.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi tanaman tumbuh dengan baik. Tidak ditemukan kendala berarti yang dilaporkan selama proses penanaman hingga pelaksanaan pemantauan berlangsung.
Apabila kondisi tersebut dapat dipertahankan, lahan jagung seluas 10 hektare itu diperkirakan siap dipanen pada 29 Desember 2026. Target tersebut menjadi harapan bagi petani untuk memperoleh hasil produksi sesuai dengan perencanaan.
Kapolsek Sumberasih, AKP Sugeng Apriyanto, menjelaskan bahwa keterlibatan personel kepolisian dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan. Ia menilai, keberhasilan sektor pertanian memerlukan perhatian bersama, termasuk melalui komunikasi yang intensif dengan masyarakat.
“Kami berupaya membangun kedekatan dengan para petani melalui kegiatan sambang dan pemantauan langsung. Dengan turun ke lapangan, anggota dapat mengetahui perkembangan pertanian sekaligus mendengarkan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan maupun persoalan masyarakat,” ungkap AKP Sugeng.
Menurutnya, keberadaan kepolisian di tengah aktivitas pertanian diharapkan dapat memberikan semangat tersendiri bagi para petani. Pendampingan juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan kelompok tani dalam mendukung program pemerintah.
Ia menambahkan, komunikasi dua arah menjadi hal penting agar informasi mengenai kondisi pertanian dapat tersampaikan secara tepat. Dengan demikian, perkembangan lahan binaan dapat terus diketahui dan menjadi perhatian bersama.
“Alhamdulillah, hasil pengecekan menunjukkan tanaman jagung di Desa Laweyan berkembang dengan baik. Sampai kegiatan berlangsung, belum ditemukan kendala yang berarti. Kami berharap proses perawatan tetap berjalan optimal hingga rencana panen pada 29 Desember mendatang,” jelasnya.
Di sisi lain, keterlibatan Ketua Poktan Sobirin dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya peran kelompok tani sebagai penggerak aktivitas pertanian di tingkat desa. Koordinasi antara petani dan petugas diharapkan semakin memperkuat upaya pengembangan sektor pangan di wilayah setempat.
Bagi Polsek Sumberasih, dukungan terhadap ketahanan pangan merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan melalui pendekatan langsung. Polisi tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga ikut mendorong kegiatan masyarakat yang memiliki nilai produktif.
Pengembangan lahan jagung di Desa Laweyan diharapkan mampu menjadi salah satu penopang produksi pangan di wilayah Kecamatan Sumberasih. Pemanfaatan lahan pertanian secara optimal juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tingkat lokal.
Melalui pemantauan tersebut, Polsek Sumberasih ingin memastikan komunikasi dengan para petani tetap terjalin dengan baik. Apabila ke depan terdapat perkembangan maupun persoalan dalam proses budidaya, informasi dapat segera disampaikan melalui koordinasi yang telah dibangun.
AKP Sugeng berharap semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian terus meningkat. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat perlu dibangun mulai dari lingkungan terkecil dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap wilayah.
Dengan luas garapan mencapai 10 hektare dan perkembangan tanaman yang sejauh ini menunjukkan hasil positif, lahan jagung milik Sikat menjadi salah satu lokasi yang terus mendapat perhatian dalam kegiatan pembinaan pertanian Polsek Sumberasih.
Kegiatan pemantauan di Desa Laweyan tersebut berlangsung lancar. Situasi selama pelaksanaan kegiatan terpantau aman dan kondusif, sekaligus memperlihatkan terjalinnya sinergi antara kepolisian, pemilik lahan, dan kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan. (Prasojo)





