Sungai Penuh – Sejarah bukan sekadar hafalan tahun dan peristiwa, melainkan fondasi penting pembentuk identitas bangsa. Berangkat dari kesadaran tersebut, SMKN 4 Sungai Penuh menggelar kegiatan Study Tour Sejarah bertajuk “Eksplorasi Peradaban Kerinci” pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sebanyak 60 siswa terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran kontekstual ini dengan mengunjungi dua situs bersejarah ikonik di Kabupaten Kerinci, yakni Museum Kerinci dan Masjid Keramat Pulau Tengah. Kegiatan ini menjadi upaya nyata sekolah dalam menghadirkan pembelajaran sejarah yang hidup, relevan, dan bermakna bagi generasi muda.
Study tour tersebut dilepas langsung oleh Kepala SMKN 4 Sungai Penuh, Drs. Suharman, M.Pd, di lapangan sekolah. Turut mendampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Dedet Antomi, S.Pd., M.M, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Elmadiya, S.Pd.
Dalam sambutannya, Suharman menegaskan bahwa penguatan wawasan sejarah merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa.
“Kami ingin siswa SMKN 4 Sungai Penuh tidak hanya unggul dalam keterampilan kejuruan, tetapi juga memiliki pemahaman sejarah yang kokoh sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Salah satu faktor kunci keberhasilan kegiatan ini adalah peran aktif Ibu Elsy Ramatika Ayu, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Sejarah. Tidak sekadar menjadi pendamping, ia berperan sebagai navigator intelektual yang mampu menghidupkan narasi masa lalu melalui diskusi interaktif dan analisis kritis.
Dengan pendekatan komunikatif, Ibu Elsy berhasil mentransformasi materi sejarah yang kerap dianggap kaku menjadi pengalaman belajar yang menarik. Para siswa diajak memahami bagaimana identitas lokal Kerinci terbentuk melalui proses panjang interaksi budaya, agama, dan kekuasaan.
Perjalanan dimulai pukul 11.00 WIB menggunakan dua unit bus dari gerbang SMKN 4 Sungai Penuh. Antusiasme siswa tampak sejak awal perjalanan menuju Museum Kerinci. Setibanya di lokasi, rombongan mendapat pengarahan dari pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kerinci, sebelum dibagi menjadi dua kelompok untuk mengeksplorasi koleksi museum secara mendalam.
Di bawah bimbingan pemandu, siswa menelusuri jejak kolonial, mengkaji artefak peninggalan Hindu-Buddha, hingga memahami perkembangan Islam di Tanah Kerinci. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar berbasis data primer yang jarang diperoleh di dalam kelas.
Pihak Disparbud Kerinci pun mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami sangat mendukung inisiatif SMKN 4 Sungai Penuh. Edukasi museum seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan pelestarian cagar budaya, terutama bagi generasi Z,” ujar perwakilan Disparbud.
Usai dari museum, rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Keramat Pulau Tengah, salah satu simbol sejarah religi dan akulturasi budaya di Kerinci. Di lokasi ini, siswa mempelajari langsung arsitektur masjid, nilai spiritual, serta dinamika penyebaran Islam yang berpadu dengan kearifan lokal.
Seluruh data dan temuan selama kunjungan akan disusun siswa dalam bentuk laporan ilmiah, sebagai implementasi Kurikulum Merdeka berbasis pembelajaran kontekstual dan proyek.
Antusiasme peserta terlihat jelas. Amel, salah satu siswa, mengaku mendapatkan sudut pandang baru terhadap pelajaran sejarah.
“Dulu saya mengira sejarah itu membosankan. Tapi setelah belajar langsung di Museum Kerinci dan melihat struktur Masjid Pulau Tengah, saya sadar betapa cerdas dan hebatnya nenek moyang kita,” ungkapnya.
Sebagai hasil konkret, para siswa berhasil menghimpun inventarisasi artefak kolonial, mengidentifikasi simbol akulturasi Hindu-Islam, serta menyusun dokumentasi visual yang komprehensif. Karya tersebut tidak hanya menjadi tugas sekolah, tetapi juga akan memperkaya arsip literasi digital SMKN 4 Sungai Penuh.
Menutup kegiatan, Ibu Elsy Ramatika Ayu menegaskan bahwa hasil study tour ini akan dikembangkan menjadi karya tulis analitis.
“Tujuannya agar siswa terbiasa berpikir kritis dan mampu membaca perubahan sosial dari masa ke masa, dimulai dari daerahnya sendiri,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini diharapkan menjadi agenda tahunan sekolah, sekaligus kontribusi nyata SMKN 4 Sungai Penuh dalam menjaga ingatan kolektif generasi muda terhadap sejarah dan identitas lokal Kerinci.





