PENJURU.ID|Solo – Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab untuk Presiden Joko Widodo yang dibangun di lahan bekas Depo Pertamina Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, saat ini telah memasuki tahap akhir atau mencapai 91,22 persen.
Pembangunan ditargetkan selesai tiga hari sebelum peresmian dan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi dan dihadiri Putra Mahkota Uni Emirat Arab pada November mendatang.
Masjid itu sendiri adalah tiruan dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Uni Emirat Arab (UEA) yang dominan dengan warna putih. Bedanya, masjid di UEA tersebut memiliki 82 kubah dengan empat menara berdiri lebih dari 100 meter.
“Memang ini karena replika dari masjid yang di sana (UEA) disebut masjid putih, makanya semua ornamen dan finishing-nya dominan warna putih dan warna emas, jadi cuma dua warna itu saja,” kata Projek Manager PT Waskita Karya, Ardiansyah Pradana, Rabu (19/10/2022).
Dijelaskan bahwa masjid tersebut dominan marmer dan GRC ornamen. Sedangkan sisanya menggunakan perpaduan ornamen dari kuningan. “Jadi itu (warna) yang paling dominan di sini. Selain itu juga untuk produk kuningan semua ini diambil dari lokal produk lokal,” terangnya
Nantinya, bagian inti masjid mampu menampung hingga empat ribu jamaah. Sedangkan jika secara normal, kuota jamaah yang mampu ditampung 10 ribu jamaah totalnya.
“Bagian atas itu untuk wanita, sedangkan yang di bawah untuk pria, perbandingannya 80 persen di bawah dan 20 persen di atas. Secara total, jika area intinya saja empat ribu untuk di dalam gedung sendiri, tapi jika dimaksimalkan secara eksternal dan semua area dimanfaatkan itu memang sampai 10 ribu jamaah,” ujar dia.
Sementara itu, dalam tinjauan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memperkirakan dalam sepekan ke depan bagian intinya akan selesai. Selebihnya hanya finishing di beberapa bagian pendukung.
Selain untuk tempat ibadah,Masjid ini nanti nya akan menjadi destinasi wisata religi yang membanggakan sehingga dapat menarik wisatawan.
(Ryan)





