PENJURU.ID|LAMPUNG TIMUR — Kepala Desa Negara Saka, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Jauhari, mengingatkan masyarakat, khususnya kaum bapak, agar menjauhi penyalahgunaan narkoba dan lebih mengutamakan kebutuhan keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Jauhari saat memberikan sambutan dalam acara hajatan warga Desa Negara Saka, Jumat malam (23 Oktober 2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk menggunakan penghasilan secara bijak demi memenuhi kebutuhan sehari-hari anak dan istri.
“Mendingan buat itu, adik-adik, bapak-bapak, belikan ikan, beras, makan sama anak istri. Beli ikan enak, beli ayam enak,” ujar Jauhari di hadapan warga.
Menurutnya, uang yang dihabiskan untuk membeli narkoba akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Ia mengingatkan bahwa keputusan seseorang dapat berdampak tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga pada kehidupan orang-orang terdekatnya.
Jauhari juga menyinggung pengalaman keluarganya yang, menurut penuturannya, telah menghadapi berbagai persoalan karena nasihat yang tidak diindahkan.
“Sebab keluarga saya ini, adik-adik saya ini, udah pada habis. Habis karena nggak mau dengar omongan,” ungkapnya.
Selain menyampaikan pesan tentang bahaya narkoba, Jauhari mengungkapkan rasa syukur atas kesehatan, kesempatan, dan umur panjang yang masih diberikan Tuhan kepadanya. Ia berharap dapat terus memperoleh rezeki dan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan Desa Negara Saka.
“Alhamdulillah saya ini, sampai malam ini, telah diberi kesehatan, kesempatan, diberi umur yang panjang. Semoga rezeki saya nambah banyak, amin, untuk membangun Desa Negara Saka ke depannya,” ucapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan narkoba berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kondisi ekonomi, hubungan keluarga, serta masa depan anak-anak. Pengeluaran untuk narkoba juga dapat mengurangi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan.
Melalui sambutannya, Jauhari mengajak masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai prioritas, menjaga tanggung jawab terhadap anak dan istri, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang-orang terdekat.
Pesan utamanya sederhana: penghasilan yang diperoleh dengan susah payah hendaknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membangun masa depan anak, bukan dihabiskan untuk narkoba.





