Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan Pimpin Rapat Evaluasi Karhutla di Kawasan TNBTS

PENJURU.ID |Probolinggo – Komandan Korem (Danrem) 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan memimpin rapat evaluasi penanganan Karhutla kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Posko Karhutla, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8).

Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menyampaikan bahwa, penanganan Karhutla yang dilaksanakan sejak tanggal 3 Agustus 2026 menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Di wilayah Pasuruan masih terdapat 1 titik asap di sekitar Pusung Duwur sedangkan wilayah Probolinggo nihil titik asap.

“Khusus wilayah Probolinggo mengingat kawasan merupakan destinasi wisata maka telah dilakukan penutupan sejak Kamis, keputusan terkait pembukaan kembali kawasan akan ditentukan setelah berkoordinasi dengan kepala daerah,” kata Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan

Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menambahkan, untuk wilayah Pasuruan penutupan tetap dilanjutkan karena masih terdapat titik asap dan personel masih melakukan penanganan.

Posko Karhutla tetap diaktifkan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau. .”Apabila situasi semakin kondusif status posko akan diturunkan dengan mengintensifkan patroli dan pemantauan guna memastikan setiap titik asap dapat segera direspons,”ujarnya.

Sementara Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono mengungkapkan bahwa bersama dengan sejumlah pihak telah dilaksanakan patroli darat di kawasan Seruni Point dan tidak ditemukan titik asap maupun hotspot.

Kami juga telah sosialisasi kepada guide dan wisatawan terkait kondisi serta kewaspadaan terhadap Karhutla. “Secara umum penanganan Karhutla di wilayah TNBTS menunjukkan perkembangan positif, khususnya wilayah Probolinggo yang berdasarkan hasil patroli dan pemantauan saat ini nihil titik asap maupun hotspot,”ungkapnya.

Dandim menegaskan, meskipun kondisi wilayah Probolinggo relatif aman, mengingat wilayah terdampak cukup luas dan masih memasuki musim kemarau, kesiapsiagaan tetap perlu dipertahankan melalui pengaktifan posko, patroli dan pemantauan secara intensif.

Keputusan pembukaan kembali kawasan wisata di wilayah Probolinggo akan segera dilakukan setelah mendapat persetujuan kepala daerah dan TNBTS, dengan tetap mempertimbangkan hasil pemantauan lapangan, aspek keselamatan kawasan dan hasil koordinasi lintas instansi.

Kami bersama sejumlah pihak tentunya
akan memaksimalkan kegiatan penyisiran dan penanganan melalui operasi darat. Memastikan seluruh wilayah sasaran pemantauan tidak terdapat titik api maupun asap.

Melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat lokal, pelaku wisata, guide dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. ” Sekaligus Menyampaikan secara jelas batasan wilayah yang masih ditutup atau dibatasi untuk aktivitas wisata serta wilayah yang telah dinyatakan aman, guna mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki area yang masih berisiko,” jelasnya. (Prasojo)

Pos terkait