PENJURU.ID | Probolinggo – Komandan Koramil (Danramil) 0820-16/ Paiton Kapten Cke Adi Suwarso turun langsung ke lembaga pendidikan untuk memberikan materi Leadership Organization pada kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) di SMA Tunas Luhur, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (25/9).
Kapten Cke Adi Suwarso mengatakan, Leadership Organization (kepemimpinan organisasi) dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) adalah materi dan proses pelatihan untuk membekali siswa dengan kemampuan memimpin, mengelola serta menggerakkan organisasi.
“Tujuan materi Leadership Organization dalam LDKS Agar siswa bisa memahami konsep organisasi, membangun jiwa kepemimpinan, manajemen program kerja, kerjasama tim (Teamwork) dan sebagai pemecahan masalah (Problem Solving),” kata Kapten Cke Adi Suwarso.
Kapten Cke Adi Suwarso menambahkan, latihan dasar kepemimpinan siswa menjadi salah satu pro
pembinaan karakter yang bertujuan menanamkan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mampu membangun karakter yang disiplin, berintegritas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat sebagai bekal dalam menjalani proses pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Danramil 0820-16/ Paiton Kapten Cke Adi Suwarso mengungkapkan, menjadi seorang pemimpin bukanlah seorang yang ahli menguasai dalam segala bidang, tetapi seorang yang memiliki kemampuan manajerial.
“Seseorang pemimpin harus mengetahui karakter dan keahlian masing-masing dari para anggota timnya sehingga dapat menentukan orang yang tepat pada bidang yang tepat, hal inilah yang menjadi kunci utama kesuksesan seorang pemimpin,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kapten Cke Adi Suwarso menegaskan melalui kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa
mereka akan diasah menjadi seorang Leadership, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Kerjasama tim juga harus selalu di pupuk dalam suatu organisasi, jangan hanya pada permulaan saja kita kompak namun seiring berjalannya waktu kekompakan itu mulai pudar.
“Kami berpesan untuk menjadikan momentum ini sebagai mata dan tombak agen pelopor perubahan baik dalam bidang keagamaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan bidang ekstrakurikuler lainnya,” kelasnya.
(Prasojo)






