Abaikan Mahasiswa, Demo Plt Bupati Bekasi Berujung Ricuh

PENJURU.ID I Kabupaten Bekasi – Aksi demo mahasiswa didepan  gerbang komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berujung ricuh, Kamis (2/4/2026).

Aksi demo yang digelar para mahasiswa yang tergabung dalam aliansi organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus awalnya berjalan kondusif, para mahasiswa hanya meminta Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menemui mereka, namun Plt Bupati abaikan.

Bacaan Lainnya

Dalam orasi yang disuarakan, mahasiswa hanya ingin tuntutan mereka didengar langsung oleh Plt Bupati  dengan mendatangi mereka. Tapi jika tidak datang para mahasiswa mengancam akan memaksa masuk ke Gedung Bupati. Ditunggu tidak datang juga, akhirnya massa memaksa buka pintu gerbang yang dijaga oleh barisan  Satuan Polisi (Satpol) PP dan aparat kepolisian, aksi saling dorong tak terhindarkan, barisan mahasiswa merangsek barisan petugas agar bisa masuk, sampai akhirnya  mahasiswa dapat masuk menuju Gedung Bupati.

Para mahasiswa yang berdemo hanya berjumlah 80 orang, yang terbagi dari tujuh organisasi kepemudaan, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), menyuarakan berbagai tuntutan yang mereka nilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

“Kami melakukan aksi ini berdasarkan keresahan yang kami akumulasikan dari berbagai persoalan di Kabupaten Bekasi yang hingga kini belum terselesaikan,” ujar Adhil Laksono Murti, Ketua HMI Cabang Bekasi sekaligus perwakilan massa aksi.

Adhil menjelaskan sejumlah poin utama yang menjadi tuntutan mereka, antara lain perbaikan layanan kesehatan, peningkatan infrastruktur jalan, jaminan hak pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu, pemberantasan korupsi, jaminan kerja bagi warga lokal, evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penanganan bencana banjir, serta mosi tidak percaya terhadap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Selain itu, mereka juga meminta DPRD Kabupaten Bekasi untuk mengawal seluruh tuntutan tersebut agar segera direalisasikan.

“Kami mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, dan pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi untuk menemui kami secara langsung. Jika mereka tidak menemui kami, kami akan tunggu di ruangannya sampai mereka datang,” tegas Adhil.

Hingga pukul 17.00 WIB, massa aksi dari aliansi organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus masih bertahan di teras Gedung Bupati Bekasi dengan penjagaan ketat dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian. Di tengah aksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustofa, didampingi anggota Fraksi PKS Saeful Islam, tampak hadir untuk menemui para mahasiswa

Pos terkait