UMKM KERIPIK PISANG ADITYA DESA KARANGLO TAWANGMANGU,HABISKAN 1,2 TON PISANG PERHARI

  • Whatsapp

PENJURU.ID | TAWANGMANGU – Sabrina Aisyah Nugroho dan Tatang (Gepeng Junior) telah melakukan Syuting UMKM home industri produksi Kripik Pisang dan Kripik Singkong “Aditya” pada (5/6) di Desa Karanglo, Sadaan Lor Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Program liputan khusus UMKM Kabupaten Karanganyar tersebut digarap oleh Sukaria Gepeng Cs yang berdurasi 45 menit untuk tayangan televisi lokal maupun mancanegara.
Proses editing digarap oleh Jack Cl yang juga merupakan kontributor TV Suriname.

Tayangan khusus UMKM kripik singkong dan kripik pisang “Aditya”, dikemas dalam dialog yang disajikan secara jenaka dan gamblang Bapak Hariyanto sebagai Owner UMKM Kripik Aditya juga menjadi salah satu pemeran dalam tayangan tersebut.

Di wilayah Karanganyar banyak hasil pertanian yang bisa di buat bahan dasar oleh-oleh untuk UMKM di wilayah Kabupaten Karanganyar karena memang hasil pertaniannya menanam sayuran dan palawija. Dan juga banyak hasil tanaman singkong dan pisang yang melimpah di kecamatan Tawangmangu.

“Saya sebagai salah satu masyarakat Desa Karanglo mempunyai ide atau gagasan 15 tahun yang lalu membuat keripik singkong dan keripik pisang dengan merk Aditya melihat hasil panen yang melimpah hasil pertanian masyarakat di sekitar Tawangmangu.” kata Haryanto Owner UMKM Keripik Pisang Aditya saat di konfirmasi penjuru.id di kediamannya.

“Home Industri (UMKM) Kripik pisang Aditya milik saya bisa menghabiskan bahan dasar pisang hingga 1,2 ton perharinya.” tegasnya.”

“Setelah melalui proses produksi keripik pisang dan keripik singkong dikemas dalam plastik 5 kilogram dan 10 Kilogram sesuai kebutuhan pasar yang ada.” imbuhnya.

Kripik Pisang dan Kriping singkong selain memenuhi kebutuhan konsumen di Kabupaten Karanganyar juga kami kirim ke luar pulau Jawa yaitu ke Kalimantan, Sumatra serta Sulawesi.

Haryanto Owner Keripik Pisang “Aditya” dari Desa Karanglo Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar memulai usaha UMKM Keripik Ketela dan Keripik Pisang dengan karyawan sekitar 13 Orang dan saat menggunakan mesin ada efisiensi karyawan dan hasil produksi sehari bisa mencapai sekitar 1,2 ton.

Home Industri (UMKM) Keripik Pisang & Keripik Ketela “ADITYA” sudah berjalan sekitar 15 tahun. Awalnya karena di Kecamatan Tawangmangu banyak ketela dan awalnya saya mencoba merintis membuat keripik ketela ungu.

Haryanto menjelaskan tentang dampak Pendemi juga terasa hampir setahun lebih ini karena pesanan ukuran kecil biasanya untuk anak anak sekolah berkurang 50% .

Harga bahan baku ketela juga turun drastis, sebelum Pendemi Rp.3500/kg, saat Pendemi anjlok menjadi Rp.1000/kg. Dan akhirnya produk andalan kami pisang keripik.

“Harapan saya terhadap pemerintah agar dapat memberikan bantuan modal UMKM saat Kami terdampak Pendemi,supaya dapat menyerap pekerjaan untuk masyarakat sekitar.” jelasnya.

“Dengan memberdayakan masyarakat di home industri keripik pisang Aditya, bisa menyerap tenaga kerja,dan kami sebagai wirausaha UMKM tetap bisa bertahan sekalipun dikala pendemi melanda dunia.” pungkasnya.(Adi Penjuru)

Pos terkait