PENJURU.ID | Probolinggo – Anggota Koramil 0820-24/Tiris Serka Erianto Zebua menghadiri dan ikut melepas kegiatan jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 yang difasilitasi oleh pemerintah desa (Pemdes) Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Minggu (1/11).
Serka Erianto Zebua menyampaikan, jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional menjadi bukti bahwa semangat santri dapat diwujudkan melalui kegiatan yang menyehatkan, menggembirakan dan menyatukan masyarakat.
Hari Santri bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum untuk meneruskan nilai perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Santri masa kini dituntut untuk terus belajar, menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini, Koramil 0820-24/Tiris turut meneguhkan semangat kebersamaan dalam merawat tradisi, menjaga persatuan serta melanjutkan pengabdian kepada agama, bangsa dan negara,” kata Serka Erianto Zebua.
Sementara Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini mengungkapkan, pentingnya mengingat jasa dan perjuangan para kiai serta ulama yang telah berkontribusi besar bagi agama dan bangsa Indonesia. Peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Semangat perjuangan para ulama harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus melalui pengabdian, pendidikan, dakwah dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat perjuangan para kiai dan ulama yang telah berjuang dengan penuh pengorbanan demi agama dan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Fahmi Abdul Haq Zaini menambahkan, tugas kita hari ini adalah meneruskan perjuangan beliau-beliau, menjaga warisan nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan serta mengabdikan diri untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.
Jangan sampai kita hanya menikmati hasil perjuangan para ulama, tetapi melupakan tanggung jawab untuk melanjutkannya.
“Kepada seluruh santri dan warga Nahdliyin untuk senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan serta meneruskan perjuangan para pendahulu dalam membangun bangsa,” terangnya.
(Prasojo)





