PENJURU.ID | Probolinggo – Rutan Kraksaan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melaksanakan kegiatan tes urine sebagai langkah preventif dan deteksi dini dalam rangka pencegahan peredaran serta penyalahgunaan narkotika di lingkungan Rutan.
Kegiatan ini diikuti oleh 36 warga binaan serta seluruh petugas Rutan Kraksaan, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, seluruh sampel urine yang diperiksa menunjukkan hasil negatif, yang menandakan tidak ditemukannya indikasi penyalahgunaan narkotika baik pada warga binaan maupun petugas. Kamis (22/01).
Karutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menyampaikan bahwa pelaksanaan tes urine ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan Rutan Kraksaan yang bersih dari narkoba.
“Tes urine ini kami laksanakan sebagai langkah pencegahan sekaligus penegasan bahwa tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, baik oleh warga binaan maupun petugas,” tutur Galih.
Kepala Kesatuan Pengamanan, M. Aziz Yulianto, menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan pengawasan dan deteksi dini.
“Dengan hasil seluruhnya negatif, hal ini menunjukkan bahwa sistem pengamanan dan pengawasan berjalan dengan baik. Namun demikian, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pelaksanaan tes urine ini sebagai bentuk transparansi dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan Rutan yang aman, tertib, dan bebas dari narkotika.
Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
(Pras)





