Ribuan Santri di Tempeh Lumajang Tumpah Ruah, Kirab HSN Malam Hari Ukir Sejarah

PENJURU.ID | Lumajang – Suasana malam di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Rabu (21/10/2026) berubah menjadi lautan santri. Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di wilayah itu mencetak sejarah baru.

Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya kirab santri tingkat kecamatan digelar pada malam hari. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2.000 peserta yang terdiri dari santri, siswa-siswi madrasah, dan wali murid se-Kecamatan Tempeh ikut ambil bagian. Kegiatan dimulai pukul 18.49 WIB.

Gagasan besar ini datang dari K.H. Imron Fauzi, Pengasuh Pondok Pesantren Annur Azzahra Tempeh. Ia menggandeng Forum Komunikasi TPQ/Madin (FKAT) Tempeh dan mendapat dukungan penuh dari Forkopimca Tempeh, yakni Camat Tempeh, Polsek Tempeh, dan KUA Tempeh.

Kepada awak media, Imron Fauzi menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, kegiatan pawai santri tingkat kecamatan ini baru pertama kali kita wujudkan bersama. Inisiatif ini lahir dari kerinduan kita untuk menyatukan seluruh elemen santri dan madrasah se-Kecamatan Tempeh dalam satu barisan yang kokoh demi mensyiarkan nilai-nilai kesantrian dan memperkuat persatuan,” ungkapnya.

Prosesi pembukaan diawali dengan pembacaan narasi historis Resolusi Jihad oleh Ustadz Kamil. Di hadapan ribuan santri, ia mengingatkan kembali peran besar ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan.

“Resolusi Jihad adalah pengingat sejarah bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak lepas dari darah dan doa para ulama serta santri. Melalui pembacaan Resolusi Jihad ini, kita ingin menanamkan kembali jiwa patriotisme dan keteguhan iman kepada generasi santri muda di Tempeh agar terus membela agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Usai itu, suasana haru dan bangga menyelimuti lokasi saat ribuan peserta melantunkan syi’ir Hubbul Wathon secara serentak.

Kepala KUA Tempeh kemudian memimpin doa bersama sebelum pemberangkatan.

“Ini adalah kirab Hari Santri pertama se-Kecamatan Tempeh yang dihadiri seluruh madrasah dengan total 2.000 peserta. Kita berdoa bersama-sama, mudah-mudahan dengan kirab malam hari ini Allah meridhoi perjalanan kita, diberi selamat, dan anak-anak santri semuanya diberikan ilmu yang barokah serta jadi santri yang soleh dan solehah. Amin ya rabbal alamin, Al-Fatihah,” ujarnya.

Detik-detik pelepasan dilakukan Camat Tempeh dengan cara unik, yakni tiga pukulan jari ke mikrofon.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Tempeh, kami sangat bangga menyaksikan kekompakan seluruh santri dan madrasah malam ini. Dengan memohon ridho Allah SWT, pawai Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kecamatan Tempeh secara resmi saya lepas. Mari kita jaga nama baik santri dan ketertiban bersama di jalan raya,” kata Camat.

Mengingat rute melintasi jalan umum di malam hari, Polsek Tempeh siaga melakukan pengawalan.

“Kami dari jajaran Polsek Tempeh melakukan pengawalan ketat demi kelancaran kegiatan ini. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan pendamping agar tetap tertib dan utamakan keselamatan. Jangan melampaui marka jalan agar lalu lintas tetap aman dan rombongan selamat sampai tujuan,” imbuh Plt Kapolsek Tempeh.

Sinergi apik antara ulama, umara, dan aparat keamanan membuat kirab akbar ini berjalan aman, tertib, dan penuh berkah hingga akhir.

(Prasojo)

Pos terkait