PENJURU.ID | Probolinggo – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti kegiatan pengajian wanita yang digelar di Rutan Kraksaan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan sebagai upaya membentuk karakter dan memperkuat keimanan warga binaan perempuan.
Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya memperbaiki diri, meningkatkan kesabaran, serta menumbuhkan semangat menuju pribadi yang lebih baik. Jumat (27/03).
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam proses pembinaan. Menurutnya, perubahan yang paling mendasar harus dimulai dari hati dan pola pikir.
“Pengajian ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi sarana refleksi diri bagi warga binaan. Kami berharap melalui pembinaan keagamaan, mereka mampu memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memiliki bekal moral ketika kembali ke tengah masyarakat,” Ungkapnya.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, M. Yasin, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang menyentuh sisi spiritual warga binaan perempuan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan, khususnya perempuan, mendapatkan hak pembinaan yang sama, termasuk dalam aspek kerohanian. Dengan hati yang lebih tenang dan iman yang kuat, diharapkan mereka dapat menjalani masa pidana dengan lebih positif dan penuh harapan,” tutur Yasin.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Rutan Kraksaan berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan sebagai wujud nyata fungsi pemasyarakatan dalam membina, membimbing, dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat. (Pras)





