IRT Mengaku Ditekan, Manajer SPBU Tarowang Diduga Anti Dokumentasi “Mobil Siluman”

         Gambar Ilustrasi

PENJURU.ID | Jeneponto – Polemik “mobil siluman” di SPBU 74.923.07 Tarowang kian memanas. Di tengah kelangkaan solar yang menjeritkan nelayan, dugaan praktik pengisian oleh kendaraan misterius justru terus berlangsung tanpa hambatan.

Sorotan publik mengarah ke manajer SPBU Tarowang, Wahab. Ia diduga bersikap represif terhadap warga yang mencoba mendokumentasikan aktivitas mencurigakan di area SPBU.

Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di sekitar lokasi mengaku dipanggil dan diinterogasi oleh manajer SPBU. Ia dituding sebagai pihak yang mengambil gambar kendaraan yang diduga melakukan pengisian tidak wajar.

“Saya dipanggil  ditanya-tanya, bahkan seperti ditekan dan dicurigai saya yang ambil gambar,” ungkap IRT lewat panggilan seluler kepada PENJURU.ID, Jumat (10/04/2026)

IRT itu menegaskan dirinya memang berada di lokasi saat kejadian, namun tidak melakukan dokumentasi apa pun. Ia merasa perlakuan tersebut tidak pantas dan menyudutkannya tanpa dasar.

“Saya memang ada di lokasi, tapi soal dokumentasi mobil yang diduga siluman saya tidak tahu apa-apa. Tapi kenapa saya yang dipanggil dan disudutkan?” katanya dengan nada kesal.

Larangan terhadap dokumentasi justru memperkuat kecurigaan publik. Muncul pertanyaan, jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa pengambilan gambar harus dibatasi? Sikap tersebut dinilai semakin mempertebal dugaan adanya praktik yang tidak transparan.

Di sisi lain, di lapangan, kendaraan yang diduga “mobil siluman” disebut kerap melakukan pengisian solar. Tanpa pengawasan ketat, kendaraan-kendaraan itu keluar masuk SPBU seolah tanpa aturan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan nasib nelayan kecil. Mereka harus menunggu berhari-hari, bahkan kerap pulang tanpa mendapatkan jatah solar yang menjadi urat nadi pekerjaan mereka.

Publik kini menuntut transparansi. Sikap manajer yang terkesan menutup diri serta adanya dugaan tekanan terhadap warga dinilai tidak mencerminkan prinsip pelayanan publik yang semestinya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Manajer SPBU Tarowang belum memberikan klarifikasi resmi. Dugaan praktik “mobil siluman” dan intimidasi terhadap warga masih menjadi tanda tanya besar.

Pos terkait