Budidaya Jahe Merah, Ketua Poktan: ‘Peluang Wirausaha untuk Masyarakat Cilegon Sangat Besar’

Cilegon, penjuru.id – Kelompok Tani (Poktan) jahe merah Cilegon melakukan kegiatan pelatihan budidaya jahe merah di gedung aula kelurahan Citangkil, kecamatan Citangkil, kota Cilegon, Kamis (5/11/2020).

Pelatihan budidaya bertemakan ‘Dengan Budidaya Jahe Merah, Kita Maksimalkan Potensi Lingkungan untuk Peningkatan Ekonomi Warga yang Berkesinambungan’ yang dihadiri oleh 31 peserta dari perwakilan dari 8 kecamatan sekota Cilegon ini bekerjasama dengan D’Taker provinsi Banten, PT KTI, PT PCM dan KIEC.

Turut hadir juga, Dewan Pembina jahe merah Cilegon sekaligus komisaris PT PCM Fakih Usman, Kabid Ketenagakerjaan kota Cilegon Ade R Setiawan, Lurah Citangkil Feberwanto, Saefulloh Humas PT KTI, Fatulloh Humas KIEC.

Saefulloh selaku Ketua Poktan Jahe Merah Cilegon mengatakan, pelatihan budidaya jahe merah ini salah satu membantu pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran dan menjadikan masyarakat Cilegon jadi usaha mandiri.

“Untuk tahapan awal ini kita adakan kegiatan pelatihan budidaya jahe merah, bagaimana cara menanam jahe merah, bagaimana memilih bibit yang bagus, bagaimana cara memeliharanya agar ketika panen hasilnya memuaskan, bukan hanya sampai disini saja, masih ada tahapan tahapan lagi bahkan kedepan kita akan ada pelatihan tentang Market,” kata Saefulloh yang lebih akrab disapa Asep.

Lebih lanjut Asep menyampaikan, dalam pandemi Covid-19 ini kita manfaatkan waktu untuk membudidaya jahe merah agar masyarakat Cilegon dapat berwira usaha di rumah.

“Insya Allah budidaya jahe merah ini akan kami kembangkan di 8 kecamatan yang terdiri dari 43 kelurahan, kami ingin membantu pemerintahan dalam rangka mengurangi angka pengangguran dengan cara membudidaya jahe merah ini, karena saya yakin ini adalah berpotensi tinggi dan peluang besar untuk masyarakat Cilegon,” katanya.

Hal yang sama dikatakan oleh Ketua D’Taker Provinsi Banten, Frimansyah Mochtar, program pelatihan ini salah satu untuk pengentasan pengangguran di Cilegon khususnya, selain pelatihan budidaya jahe merah sebelumnya juga di Cilegon sudah melakukan kegiatan pelatihan sablon, batik, dan tataboga.

“Kami ingin program ini berjalan dan berkelanjutan karena angka pengangguran di Cilegon ini banyak apalagi dalam situasi pandemi ini, banyak masyarakat yang terkena dampak dari pandemi ini, rasa kepedulian kami terhadap masyarakat Cilegon dari situlah kami mempunyai inisiatif untuk menyalurkan ide dan gagasan kepada Poktan Jahe merah Cilegon, kesempatan peluang usaha ini jangan sampai di sia siakan,” ujarnya.

Lanjut Firmansyah Mochtar, masih ada program yang akan dicanangkan untuk masyarakat Cilegon khususnya.

“Di Cilegon ini kan banyak industri kurang lebihnya 1700 industri, nah kita manfaatkan CSR nya untuk pelatihan pelatihan yang akan kita jalankan nanti, kami yakin masyarakat Cilegon ini banyak potensi potensi yang harus disalurkan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Dewan Pembina Pokta Jahe Merah Cilegon, Fakih Usman menyampaikan, pelatihan ini ide yang bagus karena kedepan memberikan peluang besar untuk berwira usaha bagi masyarakat Cilegon khususnya Banten umumnya dan go international.

“Saya sangat mengapresiasi kepada perusahaan KTI, KIEC yang telah mensuport kegiatan pelatihan budidaya jahe merah ini, setelah ini kita harapkan bagaimana menanam jahenya dengan polybag, hari ini bagaimana teknis menanam jahe dan memotifasi terhadap teman teman kita agar semangat untik membudidaya jahe merah,” ucap Fakih Usman.

Kita apresiasi tinggi, lanjut Fakih Usman, ternyata yang mendaftar ini melebihi quota, bahkan ada juga yang menghubungi lewat Lurah Citangkil pengen ikut, cuma dibatasi karena Covid-19 dilarang tidak boleh diatas 50 orang, protokol kesehatan harus tetap dijaga.

“Kita harapkan teman teman kita ini sebagai motifator untuk menyuarakan kepada masyarakat agar mereka mereka ini mengeluarkan ilmunya kepada teman teman yang lain atau masyarakat yang lain, pelatihan kedepan nanti kita ingin dari berbagai pihak hadir seperti Disnaker provinsi, Disnaker Cilegon termasuk Walikota Cilegon,” Ucapnya.

Sementara itu Humas PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), Saefulloh menyatakan, perusahaan KTI, KIEC kalau ada yang memfasilitasi, siap mengawal.

“Pembina Poktan pak Fakih ini punya gagasan yang bagus, kenapa tidak dibantu, perusahaan kan punya Corporate Social Responsibility (CSR) harus ikut membantu, merealisasikan gagasan-gagasan yang bagus ini, intinya kami dari perwakilan perusahaan siap mengawal untuk mensejahterakan masyarakat terutama di lingkungan perusahaan yang terdekat,” pungkasnya.

Saefulloh menambahkan, budidaya jahe merah ini terobosan yang bagus untuk dijadikan peluang usaha bagi warga Cilegon, masalah kebutuhan Poktan jahe merah kedepan melihat progres dari pengurus poktan.

“Nanti kita komunikasi lebih lanjut, apa yang kira kira perlu disuport, perusahaan selalu ikutin,” imbuhnya. (Kusnadi)

Pos terkait