Dugaan Penanganan Covid-19 Tidak Jelas di Kecamatan, FKMG Soal Pimpinannya

Dugaan Penanganan Covid-19 tidak Jelas di Kecamatan

PENJURU.ID | Bangkalan – Terkuak dugaan tim penanganan covid-19 tidak difungsikan, Forum Komunikasi Mahasiswa Geger (FKMG), sambangi ketua tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Geger menyoal kejelasan dan kinerjanya. Jum’at, (26/6/2020).

FKMG menilai adanya struktur tim Gugus Tugas tersebut tidak jelas kerjanya, karena hanya beberapa orang saja yang dilibatkan dalam kegiatan.

Bacaan Lainnya

Heriyanto merasa geram terhadap ketua tim Gugus Tugas kecamatan karena kebijakannya yang dinilai menjadikan anggota tersebut hanya sebagai pelengkap.

Menurut data yang dikumpulkan, ada 58 orang tapi tidak difungsikan secara maksimal. Heri, sapaan akrabnya, mengaku kecewa terhadap ketua tim Gugus Tugas.

Ada 58 orang yang menjadi struktur sedangkan yang difungsikan hanya beberapa orang tidak sampai dua puluh orang,” ungkap Heri dengan nada kesal.

Ia menambahkan, menuru pantauan yang ia temukan di lapangan hanya dari kecamatan, polsek, koramil dan puskesmas. Sedangkan elemen organisasi yang masuk struktural tidak pernah dilibatkan.

Heriyanto juga menyinggung masalah keramaian dikecamatan, terutama masalah pembagian BLT-DD tahap satu, yang tidak memperhatikan protokol kesehatan. Terpantau dalam penyaluran bantuan tersebut, warga berdesakan dan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker.

Pada waktu itu saya tegor masalah keramaiannya pak, tapi masih saja keesokan harinya tidak diatur oleh Bapak,” kata Heri.

Bukan hanya itu, tegoran yang sempat dilakukan tersebut dianggap menggurui oleh ketua tim Gugus Tugas karena pihak yang menegor merupakan bagian dari anggota tim Gugus Tugas. Heri menilai, hal itu terjadi akibat tidak adanya komunikasi dalam struktural.

Padahal dulu Mensosialisasikan jaga jarak jeuhi keramaian, tapi kok malah dilanggar sendiri, ada Polsek lagi waktu pembagian BLT-DD,” tegas heri.

Menanggapi hal itu, ketua tim gugus tugas kecamatan, Moh. Syafi’i mengakui, tentang komunikasi antara ketua dan struktur petugas tim Gugus Tugas tidak ada.

Iya mas memang saya tidak ada komunikasi kepada struktur Gugus Tugas kecamatan,” tanggapnya.

Pihaknya menandaskan, ketua tom Gugus Tugas tidak melibatkan semua anggota tim di kecamatan, alasannya struktural yang ada hanya sebagai pendamping. Sedangkan urusan yang lebih urgen, ia memasrahkan pada pihak yang lebih sepuh di lokasinya.

Semua anggota itu kan hanya pendamping, jadi hanya mendampingi masyarakat mensosialisikan, bagian yang ke kabupaten urusan yang sepuh,” pangkasnya.

(Mmt)

Pos terkait