Akibat Pandemi Covid-19, Jumlah Pengangguran di Tangsel Tembus 84.000 Orang

  • Whatsapp
Para pencari kerja di Banten sat acara Jobfair.

PENJURU.ID | Tangerang Selatan – Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir 1,5 tahun ternyata berdampak besar pada kondisi perekonomian di masyarakat. Bahkan hingga kini di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) ada sekitar 84.000 orang yang tidak bekerja alias pengangguran.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel, Sukanta saat dihubungi sejumlah media, belum lama ini.

“Data terakhir kita ada 84.000 orang yang kini menganggur. Ini belum ditambah jumlah tamatan sekolah yang baru lulus sekolah yang memang kesulitan cari pekerjaan karena memang kondisinya sedang seperti ini,” ungkap Sukanta.

Disnaker menganggap angka tersebut masih sedikit, meski kini jumlah pengangguran telah mencapai angka seperti itu, namun angka pengangguran itu masih di bawah angka pengangguran yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang. Terlebih di wilayah Tangsel jarang ada industri besar seperti kawasan pabrik seperti yang ada di Kota dan Kabupaten Tangerang.

“Angka segitu (pengangguran di Tangsel) lebih sedikit dibanding Kota dan Kabupaten lainnya. Termasuk Kota dan Kabupaten Tangerang. Lagipula angka pengangguran itu juga bukan seluruhnya warga asli Tangsel. Mereka banyak yang dari urban yang tinggal di Tangsel. Dan saat ini kita berupaya berkoordinasi denga pihak Kepolisian dan dinas lain untuk menekan angka kriminalitas, karena pasti pengangguran akan berbanding lurus dengan tingkat kriminalitas yang pasti akan meningkat pula. Warga Kota Tangsel berdasar data BPS itu saat ini jumlahnya 1,7 juta,” lanjutnya.

Menurut dia, dibandingkan dengan wilayah lain di Tangerang Raya, angka pengangguran di Tangsel masih tergolong kecil dari jumlah penduduk. Data BPS 2021, jumlah penduduk Kota Tangsel sebesar 1,7 juta jiwa.

“Sedikit segitu mah jika dibanding dengan kota dan kabupaten lain. Coba Kabupaten Tangerang, coba Kota Tangerang, kita (Tangsel) termasuk yang paling kecil,” ungkapnya.

Sukanta menerangkan selama pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh sektor usaha dan industri yang ada di Kota Tangerang terpengaruh. Hingga saat ini berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan, sekitar 49 perusahaan dari berbagai sektor usaha di Kota Tangsel telah tutup dan bangkrut akibat pandemi ini.

“Selain itu, 83 sektor usaha telah merumahkan karyawannya akibat pandemi. Dan pekerjanya berpeluang menjadi pengangguran. Oleh sebab itu, kita berupaya mencoba membangkitkan kembali perekonomian, agar angka pengangguran di Tangerang Selatan tidak terus meningkat,” tandasnya.

Pos terkait